Skip to main content

Peringatan Hari Bumi Generasi Milenial


Hari ini, tepatnya pada tanggal 22 April 2018, dimana setiap tahunnya di peringati sebagai Hari Bumi di seluruh penjuru dunia. Hari peringatan inipun diwarnai banyak aksi dan kegiatan baik dari kalangan individu maupun penggiat lingkungan hingga kelompok aktivis lainnya juga turut menyemarakkan Hari Bumi ini.
Namun pertanyaannya, apakah peringatan dan kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini cukup untuk membuat bumi kita lebih baik? You know the answer, wise readers.
Mari sedikit kita ulas fakta-fakta tentang bumi dan perannya bagi kehidupana makhluk hidup didalamnya.
Mengutip sebuah quote “Earth is Our Mother”, “Bumi adalah Ibu Kita”. Kutipan ini tentulah tidak berlebihan apabila kita mengingat bahwa bumi memberikan peran sangat penting terutama bagi perkembangan dan pertumbuhan manusia dan makhluk lain di dalamnya. Sama saat kita masih didalam kandungan ibu kita, apa yang ibu kita makan, apa yang ibu kita minum, itulah yang senantiasa menjadi makanan kita juga. Ibu menjaga kita hingga dewasa dan ketika kita dewasa tugas kitalah yang kemudian menjaga hingga akhir hayatnya. Demikian juga bumi, dari kedelapan planet yang ada dalam system tata surya kita, bumi merupakan planet paling ideal sebagai tempat makhluk hidup untuk berkembang biak. Hal ini dikarenakan, bumi memiliki ketersediaan air yang mumpuni dan banyak jenis tumbuhan yang dapat tumbuh didalamnya. Air diisyaratkan sebagai tempat bermula sebuah kehidupan. Bumi menjadi penopang hidup kita layaknya seorang ibu bagi anaknya.
Namun, jutaan tahun berlalu, bumi kita sudah tak sehijau yang dulu. Bahkan di beberapa daerah seperti benua Afrika, memiliki ketersediaan air yang cukup minim. Di Indonesia, pulau Jawa menjadi langganan kekeringan ketika musim kemarau melanda. Hal ini dikarenakan minimnya intensitas hujan dan begitu panjangnya musim kemarau hingga banyak menyebabkan bencana kebakaran hutan , kekeringan, kelaparan hingga wabah penyakit yang meluas.
Tingginya emisi gas karbon dan efek rumah juga turut mewarnai perubahan suhu dan iklim bumi. Beberaapa negara pada tahun 2016 sempat dilanda “heat wave” atau gelombang panas yang cukup ekstrem.Yang tak kalah hangatnya adalah maraknya pembukaan lahan baru untuk dijadikan lahan perkebunan kelapa sawit. Tak hanya manusia yang turut merasakan dampaknya, namun seluruh makhluk hidup di dalamnya juga terancam eskistensi keberlangsungan hidupnya.
Gaya hidup membuang sampah ke sungai juga turut menekan ketersediaan air bersih; limbah-limbah mentah yang langsung di buang kesungai juga ikut mencemari lingkungan sungai dan tanahnya bahkan hingga bermuara ke laut dan mengganggu keseimbangan biota laut dan mahluknya. Selain itu gaya hidup kita yang kebanyak konsumtif memberikan kontribusi jumlah sampah yang ikut mengotori dan mecemari keasrian bumi, terutama sampah-sampah non-organik yang sulit terurai oleh proses alam.
            Masalah diatas tentulah sangat komplek dan rasanya sungguh berat untuk kita hindari. Namun, wise readers, kita bisa lakukan beberapa hal untuk membantu bumi kita tetap asri dan juga nyaman untuk kita tinggali. Berikut adalah tipsnya untuk anak bumi;
  1. Biasakan untuk tidak membuang sampah sembarangan. Jika tidak menemukan tempat sampah usahakan simpan saja sampahnya didalam kantong atau tas. Nah sampai dirumah nanti bisa kamu buang ditempat sampah kamu. Walaupun hanya bungkus permen yah, simpan aja deh, daripada dibuang sembarangan. 
  2. Kurangi penggunaan plastic atau kemasan sekali pakai. Mulailah beralih untuk menggunakan reusable bag, hindari penggunaan sedotan plastic. Lebih baik bawa tumbler minuman kamu kemana-mana dan juga wadah makanan. Nah, ini bagi yang suka ngopi, kalau ngopinya diluar usahakan pakai tumbler kamu juga dan kalau minum didalam minta pakai mug saja yah. 
  3. Recycle. Nah, teori ini tidak akan kehilangan eksistensinya. Sebisa mungkin barang-barang yang masih tak pakai bisa kamu kreasikan jadi hal berguna lainnya. Kalau bingung mau dibuat apa, check aja di You Tube yah wise readers, biasanya bisa memberi inspirasi. 
  4. Bijaksana menggunakan air. Jangan menggunakan air secara berlebihan karena persediaan air kita yang semakin menipis. 
  5. Tanam pohon. Kamu bisa tanam pohon apapun dipekarangan rumah kamu. Selain membuat rumah kamu tampak asri, kamu juga turut membantu bumi memperbaiki paru-parunya. 
  6. Yang terakhir, gunakan energi yang tersedia secara efesien. Matikan lampu-lampu yang tak diperlukan, nih yang paling sering, kalau sudah selesai mengisi baterai handphone, chargernya jangan lupa di cabut dong wise readers, hehe.
Baiklah, demikian ulasan tentang peringatan hari bumi. Semoga tips yang diberikan dapat bermanfaat bagi wise readers. Sekecil apapun perubahan yang kita lakukan namun konsiten, maka tidak menutup kemungkinan kita bisa membuat bumi kita menjadi lebih baik.Sebagai generasi milenial kita tentu semakin sadar bahwa bumi kita yang semakin menua meminta kita untuk lebih menyayanginya dan menjaganya. Jadilah influencer untuk menebarkan semangat hijau bumiku. Happy Earth Day, Happy Mother Day.

 Sumber Gambar: http://www.jenkintowndrakes.org/earth-day-2018/

<earthday>  
<safeourearth>
<iloveearth>
<earthisourmother> 

Comments

Popular posts from this blog

Suara Rindu

Adakalanya rindu yang menderumu lebih baik tertahan dalam diam Daripada kau katakan lalu terabaikan olehnya Bila waktu telah berpihak padamu, Yakin saja bahwa kelak rindumu kan temukan suaranya. Binjai, 18 Maret 2018 4:13 p.m.