"Surya di Pagi Hari, Menyambut Arunika" katamu. Sebuah kalimat sederhana yang kutahu pasti tersirat banyak makna didalamnya. Aku tahu kau suka sekali bermain dengan kata-kata dan simbol semiotik Namun kalimatmu kali ini benar telah mengacak-acak jiwa dan pikiranku Aku benar-benar tak ingin terlihat olehmu Namun hatiku merindukanmu Bahkan aku juga berani cemburu Kau adalah sebongkah misteri di palung laut terdalam Mana mungkin manusia biasa seperti aku mampu meraihmu Belum sampaiku ke dasar mu, aku sudah hancur lebur lebih dulu Disikat oleh tekanan air dilaut dalam Lalu jasadku menari-nari bersama ikan-ikan kecil itu Berharap kau akan temukan puing-puing puisiku Aku tertawa dengan sendirinya saat melihat unggahanmu yang hilir mudik di linimasaku Tapi, aku bahagia. Karenanya aku mengetahui kau baik-baik saja, liriku dalam detak jantung yang tak berhenti berdesir. Bodohnya aku, secara suka rela jatuh dalam kegemaran semu. Satu atau dua helaan napas hanya mampu...
Welcome to my blog where my thoughts are pouring down into writing. I talk many things. Please, enjoy your time and have a great tea time! 🍵