Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2018

Misteri Arunikamu

"Surya di Pagi Hari, Menyambut Arunika" katamu. Sebuah kalimat sederhana yang kutahu pasti tersirat banyak makna didalamnya. Aku tahu kau suka sekali bermain dengan kata-kata dan simbol semiotik Namun kalimatmu kali ini benar telah mengacak-acak jiwa dan pikiranku Aku benar-benar tak ingin terlihat olehmu Namun hatiku merindukanmu Bahkan aku juga berani cemburu Kau adalah sebongkah misteri di palung laut terdalam Mana mungkin manusia biasa seperti aku mampu meraihmu Belum sampaiku ke dasar mu, aku sudah hancur lebur lebih dulu Disikat oleh tekanan air dilaut dalam Lalu jasadku menari-nari bersama ikan-ikan kecil itu Berharap kau akan temukan puing-puing puisiku Aku tertawa dengan sendirinya saat melihat unggahanmu yang hilir mudik di linimasaku Tapi, aku bahagia. Karenanya aku mengetahui kau baik-baik saja, liriku dalam detak jantung yang tak berhenti berdesir. Bodohnya aku, secara suka rela jatuh dalam kegemaran semu. Satu atau dua helaan napas hanya mampu...

Atma Pujangga : Hidup Bersama Puisi

The Ballad of Two Moons by Marta Orlowska "Mampus kau dikoyak-koyak sepi" Sia-sia (Chairil Anwar) Ya memang sepi telah mengoyak-ngoyak hatiku yang dulu riuh Puisi dan absurditas imaji telah membungkam suaraku kedalam aksara yang diam Diksi-diksi itu juga sama hebatnya Sampai-sampai aku ditelanjangi oleh indah maknanya Tersihir alunan ritmenya Ah, kalian semua pandai Lihai bersekutu Aku hanya insan tanpa seni Kaku dan tak romantis Tak tahu apa itu puisi, apa itu larik; bait. Yang aku tahu sekarang, kata-kata ini bernyawa dan berdetak di nadiku Mengalir layaknya darah dalam pembuluhku. Kata-kata ini takkan pernah mati Meski nanti jasadku digulung bumi Mereka semua pasti abadi Semoga juga, nama ini (puisi) Selamat Hari Puisi Nasional Selamat bercengkrama dengan aksara Picture: https://id.pinterest.com/pin/64528207136343394/

Niskala

Kita adalah dua pasang rindu yang menanti untuk sebuah temu Kita adalah terpisahnya dua rangkai tatap yang menanti untuk segera menetap Dan kita adalah dua pasang hati tersesat yang ingin kembali bersama lebih dari sekedar sesaat.

Sketsa Bayang Lelaki Nadir: Bagian II

"Bisakah kau lepaskan pelukkanmu, aku tak bisa bernapas", lirihku sambil menepuk lengannya. "Aku merindukanmu Wani!" balasnya lagi tanpa mengindahkan permintaanku. Dekapnya semakin kuat membalut tubuhku. Aku tak tahu apa yang dia pikirkan, siapa dirinya juga aku bahkan tak tahu. "Tuan, aku mohon lepaskan pelukanmu, aku benar-benar tidak nyaman" ucapku memelas ibanya dengan napas yang terseol-seol. Perlahan-lahan ia lepaskan rangkulan erat tangannya. Aku berusaha menyibak sketsa wajahnya dari balik temaram sinar bulan yang masuk lewat jendela kamarku. Saat aku hendak menengadah kearahnya seketika itu juga, bayangnya bergerak menjauhi ku langkah-demi langkah. "Tuan, tuan, tegakah kau meninggalkanku setelah mengiris hatiku lewat pelukan hangatmu? Kembalilah tuan, izinkan aku mengenali rupamu" Tanpa memperdulikan pintaku, bayangnya pergi semakin menjauh dan kemudian menghilang bersama gelap dibalik pintu....

Peringatan Hari Bumi Generasi Milenial

Hari ini, tepatnya pada tanggal 22 April 2018, dimana setiap tahunnya di peringati sebagai Hari Bumi di seluruh penjuru dunia. Hari peringatan inipun diwarnai banyak aksi dan kegiatan baik dari kalangan individu maupun penggiat lingkungan hingga kelompok aktivis lainnya juga turut menyemarakkan Hari Bumi ini. Namun pertanyaannya, apakah peringatan dan kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini cukup untuk membuat bumi kita lebih baik? You know the answer, wise readers . Mari sedikit kita ulas fakta-fakta tentang bumi dan perannya bagi kehidupana makhluk hidup didalamnya. Mengutip sebuah quote “Earth is Our Mother” , “Bumi adalah Ibu Kita”. Kutipan ini tentulah tidak berlebihan apabila kita mengingat bahwa bumi memberikan peran sangat penting terutama bagi perkembangan dan pertumbuhan manusia dan makhluk lain di dalamnya. Sama saat kita masih didalam kandungan ibu kita, apa yang ibu kita makan, apa yang ibu kita minum, itulah yang senantiasa menjadi makanan kita juga. Ibu ...

Sketsa Bayang Lelaki Nadir

Tiba-tiba sekelebat bayangan muncul dari balik daun pintu yang bergoyang itu. Ku lihat sosok lelaki bertubuh tinggi dengan rambut panjang sebahu sedang mengintai tidurku dengan tatapan yang memanggil. Ku singkap selimutku, perlahan beranjak dari tempat tidurku dan berjalan menuju sumber bayangan itu. "Wani, tidakkah kau rindu denganku?" celetukknya mengagetkanku. Aku kira hanya ilusi ku bahwa dia benar-benar bayangan semata. "Siapa kau? Apa yang kau lakukan dikamarku malam-malam begini? Bagaimana kau bisa masuk?" tanyaku langsung menyerangnya. Tiba-tiba, sebuah pelukan menghampiri ragaku. "Aku rindu Wani, aku rindu, sangat rindu" lagi-lagi dia mengucapkan rindu tanpa peduli dengan pertanyaanku. Tubuhku hanya bisa terbujur kaku dalam pelukannya yang hangat dan entah mengapa hatiku merasa teriris seketika mendengar lirihnya yang ungkapkan rindu. "Siapakah dirimu, wahai tuan?" . . . . . .

Senandika

Bukankah dulu kita terbiasa dengan senandika sebelum tidur? Meski suaraku tak seindah penyanyi opera Begitu juga suaramu yang tak semerdu penyanyi kesukaanku Namun mengapa kita bisa terlelap hingga sinar semburat fajar membangunkan. Sebab yang menidurkan bukan lagu-lagu itu Melainkan hati-hati kita yang selalu dalam keterjagaan satu sama lain Medja Bundar, 14 April 2018