"Surya di Pagi Hari, Menyambut Arunika" katamu.
Sebuah kalimat sederhana yang kutahu pasti tersirat banyak makna didalamnya.
Aku tahu kau suka sekali bermain dengan kata-kata dan simbol semiotik
Namun kalimatmu kali ini benar telah mengacak-acak jiwa dan pikiranku
Aku benar-benar tak ingin terlihat olehmu
Namun hatiku merindukanmu
Bahkan aku juga berani cemburu
Kau adalah sebongkah misteri di palung laut terdalam
Mana mungkin manusia biasa seperti aku mampu meraihmu
Belum sampaiku ke dasar mu, aku sudah hancur lebur lebih dulu
Disikat oleh tekanan air dilaut dalam
Lalu jasadku menari-nari bersama ikan-ikan kecil itu
Berharap kau akan temukan puing-puing puisiku
Aku tertawa dengan sendirinya saat melihat unggahanmu yang hilir mudik di linimasaku
Tapi, aku bahagia. Karenanya aku mengetahui kau baik-baik saja, liriku dalam detak jantung yang tak berhenti berdesir.
Bodohnya aku, secara suka rela jatuh dalam kegemaran semu.
Satu atau dua helaan napas hanya mampu hentikanku untuk berhenti mengaggumi sesaat.
Namun, aku terlalu banyak menghirup candu tentangmu.
Hingga kadang manisnya berubah menjadi pahit begitu saja.
Ya, memang begitulah hukumnya
Mengaggumi tanpa pamrih, begitu tukasku demi mendamaikan hati yang mulai sendu.
Semoga bisa segera aku pecahkan segala kode tentang arunikamu
29 April 2018
Space'o 3x3
Sebuah kalimat sederhana yang kutahu pasti tersirat banyak makna didalamnya.
Aku tahu kau suka sekali bermain dengan kata-kata dan simbol semiotik
Namun kalimatmu kali ini benar telah mengacak-acak jiwa dan pikiranku
Aku benar-benar tak ingin terlihat olehmu
Namun hatiku merindukanmu
Bahkan aku juga berani cemburu
Kau adalah sebongkah misteri di palung laut terdalam
Mana mungkin manusia biasa seperti aku mampu meraihmu
Belum sampaiku ke dasar mu, aku sudah hancur lebur lebih dulu
Disikat oleh tekanan air dilaut dalam
Lalu jasadku menari-nari bersama ikan-ikan kecil itu
Berharap kau akan temukan puing-puing puisiku
Aku tertawa dengan sendirinya saat melihat unggahanmu yang hilir mudik di linimasaku
Tapi, aku bahagia. Karenanya aku mengetahui kau baik-baik saja, liriku dalam detak jantung yang tak berhenti berdesir.
Bodohnya aku, secara suka rela jatuh dalam kegemaran semu.
Satu atau dua helaan napas hanya mampu hentikanku untuk berhenti mengaggumi sesaat.
Namun, aku terlalu banyak menghirup candu tentangmu.
Hingga kadang manisnya berubah menjadi pahit begitu saja.
Ya, memang begitulah hukumnya
Mengaggumi tanpa pamrih, begitu tukasku demi mendamaikan hati yang mulai sendu.
Semoga bisa segera aku pecahkan segala kode tentang arunikamu
29 April 2018
Space'o 3x3
Comments
Post a Comment