Kadang jari jemariku dengan lihainya menari diatas papan ketik persegi panjang itu
Kata demi kata kurangkai agar tak terlalu terlihat bahwa aku merindukanmu
Ku nanti-nanti centang dua itu, namun belum sempat terbaca olehmu sudah kuhapus kembali
Ku hapus sembari berharap kau akan bertanya
Namun sayang itu hanya ilusiku semata
Kau tetap hening tak bergeming, dan aku tetap bisu namun merindu
Kata demi kata kurangkai agar tak terlalu terlihat bahwa aku merindukanmu
Ku nanti-nanti centang dua itu, namun belum sempat terbaca olehmu sudah kuhapus kembali
Ku hapus sembari berharap kau akan bertanya
Namun sayang itu hanya ilusiku semata
Kau tetap hening tak bergeming, dan aku tetap bisu namun merindu
Comments
Post a Comment