Skip to main content

Smartphone, Digital Colonialism.




Saat ini kita sedang hidup di zaman yang kita sebut Hi-Tech Era. Dimana segala aspek kehidupan kita tidak pernah terlepas dari dunia teknologi; terutama benda kecil nan pipih serta persegi panjang itu tak pernah luput dari genggaman. Dimanapun, kapanpun, kita tidak pernah meninggalkannya. Benda kecil itu disinyalir adalah sebuah smartphone, suatu alat komunikasi berbasis mobile phone yang juga dilengkapi dengan fitur-fitur canggihnya, mulai dari panggilan suara hinggan panggilan berbasis video.

Berkat kemajuan teknologi yang begitu pesat, kita; manusia memperoleh sangat banyak keuntungan darinya. Mulai dari kemudahan berkomunikasi, berbisnis, hingga kemudahan dalam mengakses transportasi berbasis aplikasi laring. Berbanding lurus dengan kemajuan ini, dunia bisnis start-up pun mulai tumbuh dan berkembang di Indonesia, bahkan Indonesia menempati posisi ketiga dunia dengan bisnis start-up terbanyak setelah Amerika dan India. Hal ini membuktikan bahwa teknologi berperan penting dalam memajukan daya saing dunia digital di Indonesia.

Namun dibalik semua kebaikan tersebut, pastilah masih ada keburukannya juga; meski kebanyakan bukan berasal dari objeknya melainkan subjek yang memakainya.

Lagi-lagi; selain tinggi dengan pebisnis start-upnya, Indonesia juga termasuk kedalam negara yang sangat aktif menggunakan smartphone. Bahkan Indonesia termasuk kedalam negara yang masuk kategori smartphone-addict, dimana rata-rata para penggunanya adalah masyarakat di usia anak-anak hingga dewasa.

Saat ini, akses dunia web bisa dengan mudah di akses hanya dengan sekali klik dan klik sana sini, kita bisa mendapatkan konten yang kita inginkan. Dalam hal ini yang perlu diwaspadai adalah pengguna yang masih dibawah umur, yang dikhwatirkan akan mengakses situs situs terlarang atau berkonten dewasa apabila penggunaanya tidak didampingi serta diawasi oleh kedua orang tua.

Belum lagi maraknya penyebar-penyebar berita hoax turut mewarnai tumbuh kembang dunia digital. Hasut menghasut, caci mencaci, maki memaki,merupakan hal yang sudah lumrah dan sering kita temui melalui berbagai media sosial. Ada yang sengaja menebar sensasi, ada yang sengaja menebar fitnah.

Di zaman apakah sekarang kita hidup? Mengaku pengguna smartphone, mengakui kecanggihan teknologi, tetapi orang yang menggunakannya kebanyakan tak se-smart alat yang digunakannya.
Inikah bentuk penjajahan di zaman modern ini? Tak menggunakan senjata, rudal dan sebagainya, melainkan melalui dogma-dogma yang beredar di sosial media, menjadikan kita masyarakat yang mudah terpengaruh. Dan seluruh dogma itu berslewiran setiap harinya di gawai yang selalu kita bawa-bawa kemana mana itu.

Bukankah sejatinya kemajuan suatu teknologi mampu membawa kemashlahatan bagi umat manusia?
Mari lebih bijak gunakan smartphone kita, lebih waspada dalam memainkan tarian jempol kita di akun media sosial serta jaga adab dalam menggunakannya.

Ilustrasi oleh: Steve Cutss
link sumber: https://www.lifehack.org/309299/illustrations-showing-the-ugly-truth-todays-world


Hargai Hak Cipta Penulis.
Ini adalah Opini.
Silahkan copy dengan mencantumkan credit (:
Salam Aksara!

Comments

Popular posts from this blog

Suara Rindu

Adakalanya rindu yang menderumu lebih baik tertahan dalam diam Daripada kau katakan lalu terabaikan olehnya Bila waktu telah berpihak padamu, Yakin saja bahwa kelak rindumu kan temukan suaranya. Binjai, 18 Maret 2018 4:13 p.m.

Peringatan Hari Bumi Generasi Milenial

Hari ini, tepatnya pada tanggal 22 April 2018, dimana setiap tahunnya di peringati sebagai Hari Bumi di seluruh penjuru dunia. Hari peringatan inipun diwarnai banyak aksi dan kegiatan baik dari kalangan individu maupun penggiat lingkungan hingga kelompok aktivis lainnya juga turut menyemarakkan Hari Bumi ini. Namun pertanyaannya, apakah peringatan dan kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini cukup untuk membuat bumi kita lebih baik? You know the answer, wise readers . Mari sedikit kita ulas fakta-fakta tentang bumi dan perannya bagi kehidupana makhluk hidup didalamnya. Mengutip sebuah quote “Earth is Our Mother” , “Bumi adalah Ibu Kita”. Kutipan ini tentulah tidak berlebihan apabila kita mengingat bahwa bumi memberikan peran sangat penting terutama bagi perkembangan dan pertumbuhan manusia dan makhluk lain di dalamnya. Sama saat kita masih didalam kandungan ibu kita, apa yang ibu kita makan, apa yang ibu kita minum, itulah yang senantiasa menjadi makanan kita juga. Ibu ...