Assalamu'alaikum warahmatullah wise readers..
Bagaimana puasanya? Tidak terasa sudah 7 hari 8 malam kita menjalani ibadah di bulan ramadan ini. Semoga Allah terus memudahkan hati dan langkah kita untuk selalu beribadah kepada-Nya. Aameen ya Rahmaan.
Malam ini saya ingin sedikit berbagi pengalaman dan juga kesan pesan setelah mengikuti mukhayam satu hari bersama FHQ NH (Forum Halaqoh Qur'an Nurul Hikmah) di Medan. Kegiatan ini berlangsung selama satu harian dimulai dari pukul 08.00-19.30. Dalam kegiatan kali ini surah Al-Qur'an yang ditargetkan untuk dihapal dan dikaji adalah surah Al-Qiyamah pada juz 29.
Bagaimana puasanya? Tidak terasa sudah 7 hari 8 malam kita menjalani ibadah di bulan ramadan ini. Semoga Allah terus memudahkan hati dan langkah kita untuk selalu beribadah kepada-Nya. Aameen ya Rahmaan.
Malam ini saya ingin sedikit berbagi pengalaman dan juga kesan pesan setelah mengikuti mukhayam satu hari bersama FHQ NH (Forum Halaqoh Qur'an Nurul Hikmah) di Medan. Kegiatan ini berlangsung selama satu harian dimulai dari pukul 08.00-19.30. Dalam kegiatan kali ini surah Al-Qur'an yang ditargetkan untuk dihapal dan dikaji adalah surah Al-Qiyamah pada juz 29.
Sesi acara terbagi menjadi dua materi dengan tema masing-masing yaitu "Menggadgetkan Al-Qur'an di Hati" dan "Tadabur Ayat di Surah Al-Qiyamah".

Pada kesempatan ini saya ingin berbagi tentang tema yang pertama terlebih dahulu, yaitu "Menggadgetkan Al-Qur'an di Hati".

Pada kesempatan ini saya ingin berbagi tentang tema yang pertama terlebih dahulu, yaitu "Menggadgetkan Al-Qur'an di Hati".
"Menggadgetkan Al-Qur'an di hati". Loh ini gimana sih? Kan Al-Qur'an bukan gadget yah.. Alright, kita kupas perlahan-lahan yah. Dari sudut pandang saya sebagai seorang pendengar, saat membaca tema ini di flyer saya menduga bahwa ini salah satu upaya untuk menarik perhatian pembaca, ada sifat persuasi didalam kalimat tersebut. Nah, setelah di hari-H ja...ja...ja terkuak sudah.
Jadi begini wise readers,
Saat ini, kita sebagai manusia yang hidup era milenial tak pernah lepas dari yang namanya teknologi, terutama gadget atau gawai. Hampir setiap saat gawai menjadi teman setia, menjadi pelipur lara, menjadi tempat berkumpul saat jarak menjauhkan, bahkan sampai pula jadi tempat ejek-mengejek dan menyebarkan hoax yang jelek jelek dari gawai ini sebisa mungkin kita hindari yah. Kita dapat melihat dan merasakan bahwa benda mungil persegi panjang yang selalu kita bawa kemana-mana ini, memang membawa cukup banyak kelalaian. Yang tadinya mau belajar, yang tadinya mau sholat, yang mau kerja bahkan yang mau tidur jadi terganggu. Pantang dia berdering, tangan kita langsung cekatan mendekapnya. Pernah tidak bayangkan kalau itu panggilannya datang dari Al-Qur'an kita? Al-Qur'an yang sudah berdebu diatas meja, Al-Qu'ran yang merindu untuk selalu di suarakan, Al-Qur'an yang merindu untuk selalu berada di dekapan. Kebayang tidak kalau Al-Qur'an juga cemburu? Padahal Al-Qur'an sudah pasti dapat memberikan syafa'at di hari akhir kelak, masa kita tidak mau sih bersahabat dengannya? :( Jangan begitu yuk wise readers. Kalau kata ustadz Yusuf Mansyur "Jangan sampai Al-Qur'an itu tidak ridho dibaca oleh kamu" T_T jangan sampe yah, na'udzubillah.
Oleh karenanya, ada beberapa tips yang bisa saya berikan berdasarkan penjelasan dari pemateri bagaimana agar hati kita, hari-hari kita selalu terpaut dengan Al-Qur'an.
Jadi begini wise readers,
Saat ini, kita sebagai manusia yang hidup era milenial tak pernah lepas dari yang namanya teknologi, terutama gadget atau gawai. Hampir setiap saat gawai menjadi teman setia, menjadi pelipur lara, menjadi tempat berkumpul saat jarak menjauhkan, bahkan sampai pula jadi tempat ejek-mengejek dan menyebarkan hoax yang jelek jelek dari gawai ini sebisa mungkin kita hindari yah. Kita dapat melihat dan merasakan bahwa benda mungil persegi panjang yang selalu kita bawa kemana-mana ini, memang membawa cukup banyak kelalaian. Yang tadinya mau belajar, yang tadinya mau sholat, yang mau kerja bahkan yang mau tidur jadi terganggu. Pantang dia berdering, tangan kita langsung cekatan mendekapnya. Pernah tidak bayangkan kalau itu panggilannya datang dari Al-Qur'an kita? Al-Qur'an yang sudah berdebu diatas meja, Al-Qu'ran yang merindu untuk selalu di suarakan, Al-Qur'an yang merindu untuk selalu berada di dekapan. Kebayang tidak kalau Al-Qur'an juga cemburu? Padahal Al-Qur'an sudah pasti dapat memberikan syafa'at di hari akhir kelak, masa kita tidak mau sih bersahabat dengannya? :( Jangan begitu yuk wise readers. Kalau kata ustadz Yusuf Mansyur "Jangan sampai Al-Qur'an itu tidak ridho dibaca oleh kamu" T_T jangan sampe yah, na'udzubillah.
Oleh karenanya, ada beberapa tips yang bisa saya berikan berdasarkan penjelasan dari pemateri bagaimana agar hati kita, hari-hari kita selalu terpaut dengan Al-Qur'an.
- Tutup gawai dan mulai buka Al-Qur'an. Biar lebih aman jauh dari disrupsi switch off saja. Biar notif-notif yang masuk tidak terlihat
- Bisa mulai baca dari surah-surah yang kita suka. Silahkan, baca dan resapi maknanya. Usahakan punya mushaf yang ada terjemahannya yah. Se hingga kita bisa tahu makna dari ayat yang kita baca.
- Jika masih terasa berat untuk membaca Al-Qur'an setiap sehabis sholat, usahakan di waktu utama Subuh dan Maghrib, bercengkrama lah dengan Al-Quran.
- Mulai dari satu halaman, kalau masih berat setengah halaman. Masih berat juga, yasudah, satu ayat deh satu ayat. Hayo masa tidak bisa juga. Ingat saja kata-katanya Ustadz Yusuf Mansyur "Jangan sampai Al-Qur'an itu tidak ridho dibaca oleh kamu" . Pasti jadi semangat tuh hehe
- Hari-hari berikutnya, paksa hati dan diri untuk membaca 1 lembar atau lebih. Kenapa saya bilang paksa? Iya kalau kita manjain entar keterusan kebablasan dan malah jadi malas lagi. Kadang ibadah juga butuh di paksa hehe Toh ini semuakan juga akan kembali ke diri kita sendiri. Masa tidak mau sih siapkan bekal terbaik buat diri? Kita aja kalo piknik sehari bekalnya pasti banyak bangetkan? Nah ini untuk kehidupan yang kekal masa kita masih malas-malasan. Semangat yah!!!!\^o^/
- Setelah dirasa sudah nyaman, nah ini dia puncaknya, kalau bisa setiap saat itu tiada hari tanpa Al-Qur'an. Dari bangun tidur sampai tidur lagi, pegangan kita dan acuan kita adalah Al-Quran. Percaya deh, kalau kitanya sendiri sudah jatuh hati sama Al-Quran engga bakal nyaman kalau sehari saja terlewat tanpa Al-Qur'an. Mengapa demikian? Karena Al-Qura'an juga bisa bagi sinyal rindu buat pembacanya.
- Oh iya, jangan lupa kurangi musik dan lagu-lagu galaunya yah, diganti aja sama muratal, biar makin semangat baca Al-Qur'annya.
- Kalau memungkinkan ikut grup ODOJ (One Day One Juz), tujuannya supaya kita jadi makin terbiasa. Awalnya mungkin karena laporan, tapi nanti lama-lama Inshaa Allah pasti bisa karena Allah. Setiap usaha kita, Inshaa Allah akan diperhitungkan Allah.
- Nah, terakhir coba rajin-rajin lihat kajian ustadz-uatadz di Youtube tentang Al-Qur'an. Biar kita bisa jadi lebih semangat!
Sampai disini dulu yah sharingnya. Nantikan bagian keduanya!
Selamat rehat! Nanti jangan lupa sahur! Wkwk
Wassalamu'alaykum warahmatullah :)
Picture: https://id.pinterest.com/pin/744431013375167581/
Bagus juga pembahasannya ����
ReplyDelete